Senin, 08 Februari 2021

Prajurit Terdepan

 Prajurit Terdepan

Karya : Desi Tri SyawatulFitri

Keringat itu

Perjuangan tulus

Jerih payah yang berlalu

Telah direnggut makhluk kecil

Prajurit terdepan

Mempertahankan kesehatan bangsa

Menjunjung tinggi kesejahteraan

Dengan ribuan pengorbanan

Dimana kesatria itu?

Semua telah luluh lantak

Disambut tangisan bangsa

Melihat kegugurannya

Pakaianmu panas

Tenagamu terkuras

Rohmu pun lepas

Demi selamatkan bangsa dari virus ganas

Kau terikat dengan sumpah

Kau menggenggam tanggung jawab

Meski terkadang

Bangsa sendiri mencemoohmu

Fisikmu tangguh

Hatimu tak pernah rapuh

Pikiranmu gampang luluh

Hingga kau tak pernah mengeluh

Kuatlah prajuritku

Jangan hentikan langkahmu

Selamatkan negerimu

Bumi pertiwi merestuimu

Duka yang kau cipta

Berbalut rasa bangga

Tenanglah di alam sana

Bersama perwira yang mulia

Untukmu Garda Terdepanku

 


Imajinasiku kini tak lagi bisa bekerja.

Menuliskan tentangmu,,

Tentang kisah manusia berhati mulia yang tak pernah merasa takut akan segala mara bahaya.

4 Triwulan yang membuatku selalu berseru,

Hei aku ingin menjadi sepertimu!!!

Jika penat, kau selalu di beri selamat. 

Senyummu terkesan hangat, 

Menjadi-jadi dan seakan-akan,

Indah begitu adanya. 

Jas putih yang sudah tertumpah

Oleh cinta, suka maupun duka

Tapi tak pernah terlihat lusuh

Selalu cerah dan bersinar 

Karena ia sudah terbungkus  

Oleh selimut keihklasan hatimu.

Aku sang pemuda yang mengagumimu,

Mengagumi senyum indah serta cantik hatimu

Turut berdoa atas segala rindu serta lelahmu,

Juga memuji hebat walau kau hampir sekarat

Dan mengajak bangkit untuk tubuh yang sedang sakit 

Aku siap berbenah untuk melangkah bersamamu

Wahai garda terdepanku.....


Karya : Putri W


Jumat, 15 Januari 2021

SURAT UNTUK TUAN DAN PUAN

 


Karya : Berliana Indah Shafa Putri


Teruntuk tuan dan puan yang terhormat.

Sang tokoh utama dalam mengobati penderitaan ibu pertiwi.

Dijuluki pahlawan, tanpa perlu melawan penjajahan.

Disebut pendekar, walaupun tidak memiliki badan yang kekar.

Satu-satunya pembawa belati, yang malah disegani.

Tokoh dibalik baju kepompong putih itu.

Dengan parfum dari karbol yang begitu khas dalam setiap pertemuan.

Yang katanya, saat ini sedang berjuang.

Sedang berperang,

Tapi bukankah, Indonesiaku sudah merdeka?

Lalu, kalian ini sedang apa?

Perjuangan kalian mengabdi sudah tidak dihargai.

 

Teruntuk tuan dan puan yang terhormat,

Yang saat ini sedang berjuang

Melawan virus, dan kebodohan.

Sudah terlampau banyak yang kau lakukan

Tapi sayangnya perjuanganmu diabaikan

Teman sejawatmu yang gugur berserakan,

Hanya dianggap sebagai laporan harian.


Lalu, untuk apa?!

Coba katakan

Untuk apa kau berjuang mati-matian?

Untuk disebut sebagai pahlawan?

Untuk kemanusiaan?

Atau hanya sebatas menepati sumpah yang kau ikrarkan setelah lulus dari bangku pendidikan?

 

Sedang, apa yang kau dapatkan?

Waktu dan tenaga yang kau persembahkan,

Dibalas dengan mengabaikan protokol kesehatan.

Keringat dan air mata yang kau teteskan,

Hanya sekedar mendapat tepuk tangan dari atasan.

Hidup yang telah kau pertaruhkankan,

Hanya dihadiahi kematian tanpa pemakaman.

 

Sudahlah, ayo menyerah.

Perjuanganmu untuk apa?

Jika untuk kemanusiaan,

Sudah terlampau banyak manusia yang menjadi hewan.

Jika untuk menepati sumpah,

Sudah terlalu banyak sumpah yang jadi sampah.

Para wakil kami berani mengkhianati.

Para pemimpin tertinggi juga berani mengambil hak kami.

Mereka siap menerima serapah, asal cuan mengalir seperti darah.

Dalam satu tahun ke belakang,

Sudah berapa banyak yang menjadi korban?

Sudah berapa banyak yang pahlawan yang mundur, atau pahlawan yang gugur?

Sejatinya, kau hanya memiliki dua pilihan

Menyerah dan kembali pulang,

Atau bertahan demi kemenangan.

Yang entah kapan dia datang dalam pelukan.

Kamis, 17 Desember 2020

Awal Bulan Desember

 

Putri Widia Ningrum

Malam di penghujung tahun itu aku menulis pada catatan kecilku, yang hampir habis halaman seperti akhir tahun 2020 ini.

 

Dua Dasawarsa

Jika penat, diberi selamat

Terkesan hangat dan bermartabat

Proses sedang menjawab

Menjadi-jadi dan seakan-akan

Terbentur, terbentur hingga akhirnya terbentuk

 

Cantik begitu adanya

Menjejak proses tuk bermetamorfosa

Didukung cakrawala-cakrawala

Tak lupa...

semesta juga menemani

Aiss, Jatuh cinta ternyata seindah ini

 

Jawaban berlanjut dengannya

Sang Rumah berwarna merah

Ternyata bangunan juga membangun

Sang penghuni pemakai jas merah

Ia memiliki peran

Dan mengartikan diri

 

Mencipta diri ini

Bangunan merah tertumpah

Oleh cinta, suka mahupun duka

Tapi tak pernah terlihat usang

Dia selalu gemilang

Karena terbungkus

Selimut keikhlasan

(Judul proses menjawab: terinspirasi kegiatan Lid surabaya 2020)

Noktah perjalanan instruktur pagebluk

            “Dek, ayo ikut ini” begitu ujarnya sambil menunjukkan poster LID di Instagram. Ahh kejutan apa lagi ini? Berkali-kali kubaca hasil coretan tanganku itu. Tulisan itu bukan doa kan? Aku tak memintanya untuk kembali terbentur kan? “ Dek, Achilles gak ada instruktur loh. Aku juga sudah mau demis. Siapa lagi kalau bukan kamu? “. Hey sebentar sebentar, apa apaan ini? Jangan buat aku lemah dengan alasan itu dong. Cintaku tak main-main, untuknya apa saja akan aku lakukan. Hmm baiklah, aku menyerah. Segera ku rampungkan apa saja yang dibutuhkan. Ya, memang kala itu fisikku sedang sedikit bermasalah. Tak apa, asal cintaku itu baik-baik saja. Beruntungnya aku, Allah mengirimkan banyak orang baik disekelilingku yang juga turut membantu. Mulai dari membuatkan surat, menguruskan perizinan, hingga melakukan screening yang menjadi persyaratan mutlak untuk dapat mengikuti LID.

            Waktu itu tiba, sedikit malas rasanya berkemas untuk pergi kesana. 6 hari dengan materi yang tak akan pernah berhenti untuk selalu menceramahi. Juga tumpukan tugas-tugas yang sudah mulai menghantui. Ya Allah, kalau saja bukan karnanya malas sekali aku ikut serta. Saat semua sudah siap, kembali ku matangkan niatku untuk tak mengecewakannya. Agar semua yang aku dapat nanti benar-benar bisa membuatnya jauh lebih berharga.“Bismillahirrahmanirrahim” berkahi langkah saya kali ini Ya Allah, jadikan apapun yang nantinya akan saya dapatkan bisa menjadi jawaban atas segala keresahan. Tuntun aku, cerdaskan otakku juga mudahkan segalanya yang akan terjadi.

            Sedikit demi sedikit ku pelajari tentang segala hal yang menyangkut LID. Mulai dari menghafal ayat-ayat pengkaderan yang susah sekali diterima oleh otak, mendengarkan materi tentang bagaimana cara mengkader dengan baik, hingga mengenal apa itu instruktur yang akan dihasilkan oleh LID ini. Maaf aku salah, ternyata LID tak sekejam itu. Bahkan aku bisa menikmati setiap inci hal yang sedang terjadi didalamnya. Aku menemukan keluarga baruku disini. Mengaji, memasak, mendengarkan materi, berdiskusi, hingga menikmati malam dengan tugas daily. Terlihat selipan buku catatan di sudut tas merah itu, hey kau rindu dengan coretanku ya? Segera ku ambil, lalu ku baca lagi tulisan terakhirku. Kutuliskan beberapa kalimat setelah kata terakhirnya. Mungkin ini yang aku butuhkan untuk menyelesaikan tulisanku, begitu pikirku. Lantas, beginilah tulisan sederhana ku:


Dalam rumah itu, ada suka sampai cita

Padahal dibenturkan, namun tak juga remuk

Ada pemikiran yang harus selalu dikembangkan

Serta rasa yakin yang berkerumun

 

Aku, pemuda dua dasawarsa

Terlahir dari metamorfosa

 Yang hebat dari rumah merah itu.

Dengan berbagai tradisi dan semangat luhur

 

Aku siap berbenah dan melangkah

Mengajak bangkit, saat tubuh sakit

Memuji hebat, padahal hampir saja sekarat

Selamat pada diri

Semangat terpatri

Yang telah menghibah pada nafas-nafas perjuangan


            Tak terasa, ini sudah hari terakhir bersama-sama. Rasa kantuk sebab 3 hari tak merasakan tidur juga sudah lupa untuk kurasakan. “Tak apa, kita tetap keluarga. Ikatan ini yang akan terus memeluk. Tetap saling membersamai untuk saling membenahi.” Terima kasih banyak KORPS Instruktur Surabaya, juga PC IMM Kota Surabaya yang sudah menemukanku dengan mereka. Mengajariku tentang segala hal yang belum pernah sempat ku fikirkan untuk ikatanku. Juga memberiku cinta untuk mengawali bulan desemberku dengan penuh makna.

            Awal bulan desember yang berharga, tercetak menjadi instruktur katanya. Membuatku tersenyum juga berfikir tentang hal apa yang akan aku berikan untuknya sebagai oleh-olehku mengikuti LID yang sangat berkesan ini? Menjadi Putri yang lebih baik, rasanya itu sudah pasti. Tapi sumpah yang sejak semalam kuucapkan dengan penuh derai air mata tak bisa semudah itu untuk diubah menjadi narasi perjuangan di ikatan. Oleh karna itu, gelar instruktur yang didapat rasanya tak pantas jika harus dibangga-banggakan. Sang instruktur identitas itu kini tersemat pada diri. Maka mari mengemban amanah dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Dengan tidak memaknainya sebagai beban, akan tetapi melakukannya penuh ketulusan, karna IMM sedang membutuhkan generasi-generasi yang mencintainya bukan karna sebab tapi siap menerima akibat dan tanggungjawab.

 

Ini untukmu, kader IMM yang kusemogakan bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan.

“Ada yang berkesan. Seperti tak ingin diakhiri, tak ingin dipisahkan dan tak ingin disudahi. Awal yang tak akan menjadi akhir. Tentang segala cerita yang sudah menjadi rasa, tentang segala kisah yang sudah menjadi makna"

 

Saat menulis ini, kakak masih muda menuju seperempat abad perjalanan. 20 tahun di hadapan wajah semesta. Kakak benar-benar manusia. Dimana seperti yang lain menganggap sempurna, banyak bermimpi dan berminta semangat. Kakak pernah punya mimpi, kelak kalian lahir dan tumbuh disana. Di tempat langit yang ditulis di dalam puisi-puisi. Teruntuk kawan-kawan di rumah merah ini. Kurangi mendunia, kurangi lalu lalang, dan tetaplah hidup-menghidupi. Karena sejatinya cinta itu bertemali,

Cintai semestamu dengan mencintai dirimu sendiri. Lalu bergeraklah dan Cintailaj gerakanmu yang anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual.

 

Terima kasih telah membaca. Sekali lagi terima kasih. Semoga tulisan ini bukan hanya menggetarkan namun juga menggerakkan.


Jumat, 31 Januari 2020



AKSI PEDULI UNTUK MENCEGAH “NOVEL CORONAVIRUS"

Sekumpulan mahasiswa yang bergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Achilles UMSurabaya, turun langsung kemasyarakat sekitar kampus UMSurabaya untuk menggelar aksi peduli untuk mencegah “Novel Coronavirus” atau virus corona yang sedang menghantui masyarakat sekitar, Surabaya, 31 Januari 2020.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat sekitar untuk mencegah tertularnya virus tersebut.

Dalam aksi ini sekumpulan mahasiswa memberi edukasi mengenai pengetahuan tentang apa itu virus corona, gejala-gejala dan cara pencegahan tertularnya virus corona tersebut dengan membagikan selebaran pamflet yang telah disiapkan. Selain itu, mahasiswa juga mengajari masyarakat bagaimana cara menggunakan masker yang tepat, dan mencuci tangan yang baik serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

"Penyebaran Virus Corona sendiri sangat begitu cepat. Terdapat ratusan orang di China yang meninggal dunia akibat virus ini. Maka kami mahasiswa kesehatan bergerak untuk memberi edukasi kepada masyarakat Surabaya untuk mengenali dan tidak cemas akan virus ini," kata Ketua Umum IMM Achilles UMSurabaya Saiful Anam.

Menurutnya mahasiswa kesehatan perlu hadir memberikan pemahaman tentang pentingnya hidup bersih dan sehat sebagai salah satu pencegahan virus ini.

"Masyarakat sendiri tidak perlu cemas dan takut tentang Virus Corona. Sebaliknya, masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan misalnya, mengetahui cara penularan virus, gejala umum virus ini adalah demam, batuk dan sesak nafas," tuturnya.

Sementara untuk pencegahannya, yakni mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker bila batuk ataupun pilek, menghindara makanan daging mentah atau mengonsumsi hewan liar dan yang terpenting rajin olahraga dan istirahat yang cukup.

“Yuk cegah sebelum mengobati” pesannya

Minggu, 05 Januari 2020

Assalamu'alaikum..
📣📣 Hay buat kalian adek-adek SMA, SMK maupun MA sederajat yang ada di Jawa Timur khususnya.

Komisyariat Imm Achilles FIK UMSurabaya
Mengadakan :
📚 OLIMPIADE KESEHATAN KE - 5
Dengan tema "Mengasah Daya Intelektualitas dan Kreatifitas Guna Mewujudkan Tenang Medis Berkualitas"

Buat kalian nih bisa mendaftarkan langsung diri kalian ada 3 lomba :
📚 Macam-macam lomba
       1. Olimpiade Keperawatan
       2. Olimpiade Analis
       3. Olimpiade Farmasi

👉 Dengan ketentuan Peserta dari Instansi SMK Kesehatan.
📅 Pendaftaran : 16 Desember - 15 Februari 2020
💸 Pembayaran : Rp. 300.000

👉 Hadiah : 💸💸 Jutaan Rupiah + 🏆 Piala Penghargaan + Sertifikat
👋 Yuk tunggu apa lagi buat kalian segera daftarkan diri kalian teman".
📲Pc :  085855236709 (Amel)
              083891609178 (putri)

📝Untuk ketentuan dan persyaratan langsung bisa hubungin lagsung melalui :
✉ Email : Immachilles14@gmail.com
📱Ig : immachilles
Atau melalui Cp diatas

Ketentuan Lomba:
Olimpiade Kesehatan Se- Jawa Timur

Formulir:
formulir pendaftaran

Logo:
Logo UMSurabaya
Logo FIK UMSurabaya
Logo IMM Achilles
Logo OLKES
Assalamu'alaikum..
📣📣 Hay buat kalian adek-adek SMA, SMK maupun MA sederajat yang ada di Indonesia  khususnya.

Komisariat Imm Achilles FIK UMSurabaya
Mengadakan :
📚 OLIMPIADE KESEHATAN KE - 5
Dengan tema "Mengasah Daya Intelektualitas dan Kreatifitas Guna Mewujudkan Tenang Medis Berkualitas"

Buat kalian nih bisa mendaftarkan langsung diri kalian ada 3 lomba :

✔ POSTER 💸 Pembayaran : Rp. 120.000
✔ ESSAY 💸 Pembayaran : Rp. 100.000
✔ VLOG 💸 Pembayaran : FREE

📅 Pendaftaran : 16 Desember 2019 - 5 Februari 2020
📝 Dengan ketentuan Peserta dari Instansi SMA, SMK maupun MA sederajat Se- Indonesia.
👉 Ketentuan lebih lanjut bisa di lihat di immachillesku.blogspot.com

🎁 Hadiah :
💸💸 Jutaan Rupiah + 🏆 Piala Penghargaan + Sertifikat

👋 Yuk tunggu apa lagi buat kalian segera daftarkan diri kalian teman".
📲Pc :  089617377439 (Dinik)
             083854820171 (Silvi)

📝Untuk ketentuan dan persyaratan langsung bisa hubungin lagsung melalui :
✉ Email : Immachilles14@gmail.com
📱Ig : immachilles
Atau melalui Cp diatas

Ketentuan Lomba :
Guideline Olimpiade Kesehatan Se- Indonesia

Formulir :
formulir pendaftaran

Logo:
logo UMSurabaya
Logo FIK UMSurabaya
Logo IMM Achilles
Logo OLKES

Rabu, 20 November 2019

SKP & PKP Perdana

(Kamis 21/11/19) Bidang Riset Pengembangan Keilmuan telah melaksanakan salah satu program kerjanya, yaitu SKP (sekolah kader pintar) dengan materi TTV (Tanda Tanda Vital). Kegiatan itu dilaksanakan Pada hari selasa 19/11/19 bertempat di Gedung A Universitas Muhammadiyah Surabaya oleh Abdul Ghofur sebagai pematerinya dan juga selaku demisioner IMM Achilles. 

Setelah acara SKP selesai, tim media IMM Achilles langsung mewawancarai pemateri tentang bagaimana tanggapan beliau setelah diadakannya SKP ini. Immawan Abdul Ghofur mengatakan bahwa “Ini adalah kegiatan yang sangat positif sekali bagi calon kader – kader IMM Achilles. Karena ini memang merupakan salah satu langkah awal untuk menambah ilmun mereka. Dan ilmu seperti ini juga belum tentu mereka dapatkan di dalam kelas perkuliahan, jadi SKP ini sangat bermanfaat sekali”. 
Tak ingin kader kadernya hanya mendapatkan teorinya saja,Bidang Riset Pengembangan Keilmuan juga segera melaksanakan PKP (Praktek Kader Pintar) bersama Ayunda Putri sebagai pemateri pada keesokan harinya Pada hari Rabu 20/11/19. Hal itu dilakukan agar para kader IMM Achilles juga langsung dapat mempraktikkan ilmu yang sudah di dapat tentang TTV dan tak hanya menjadi angan-angan saja.



SKP dan PKP ini sendiri bertujuan agar kader – kader IMM khususnya Kader Komisariat Achilles mempunyai pengetahuan yang lebih terutama pada bidang kesehatan serta dapat menjadi kader yang unggul di program studinya. Immawati Putri Widia Ningrum selaku ketua bidang Riset Pengembangan Keilmuan mengatakan bahwa “Masih banyak program – program menarik lainnya yang akan menambah pengetahuan kader – kader IMM Achilles,sehingga nantinya mereka tidak hanya unggul di bidang kesehatan saja.” 

Rabu, 06 November 2019

Semangat Baru Achilles

(Kamis, 7/10/19) Belum genap 1 minggu dilantiknya kepengurusan IMM komisariat Achilles periode 2019-2020 yang di laksanakan pada tanggal 1 November 2019, kemarin hari Rabu 6 November 2019 para pengurus langsung bersemangat untuk melakukan Rapat Kerja. Rapat kerja ini diselenggarakan di Gedung F (Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan) Universitas Muhammadiyah Surabaya. Meski telah disibukkan dengan berbagai aktivitas perkuliahan dan praktikum, hal itu sama sekali tidak mematahkan semangat seluruh jajaran pengurus IMM Achilles untuk melakukan Rapat Kerja ini.

Rapat kerja diawali dengan pembahasan dan pembacaan Tanfidz Muktamar IMM XVIII yang akan menjadi acuan komisariat serta seluruh pengurus komisariat Achilles untuk membuat dan melakukan program kerja dalam kepengurusan satu periode ke depan. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan program kerja dari Polisi Umum dan 9 bidang yang ada serta dilanjutkan dengan sesi diskusi. 

Rapat kerja kemarin sudah berjalan dengan baik dan kondusif serta didukung dengan persetujuan dari seluruh pemaparan program kerja yang disampaikan oleh masing-masing bidang melalui diskusi dengan segala pertimbangan dari seluruh pengurus. Ketua Umum IMM Achilles Periode 2019-2020 Immawan Syaiful menyatakan bahwa "Saya harap program kerja selama satu periode ke depan bukan hanya sebagai angan angan, melainkan dapat ter realisasikan sesuai dengan harapan dari seluruh pengurus komisariat Achilles. Bukan hanya sekedar ter realisasi saja, tetapi  juga dapat mencetak kader kader IMM Achilles yang peka serta mampu membaca keadaan sosial di lingkungan sekitar. Saya harap program-program yang sudah di bentuk juga mampu membentuk kader kader yang memiliki jiwa kreatif dan inovatif yang lebih unggul dari pada yang lain." Bukan hanya tentang program kerja, tetapi Immawan Syaiful sebagai ketua umum juga memiliki goals untuk komisariat Achilles satu periode ke depan, yakni pentingnya membangun komunikasi serta bersinergi dan menyelaraskan dalam segala program maupun aktivitas Komisariat Achilles dengan seluruh Pimpinan yang ada di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya serta seluruh Vokal IMM Achilles.

Setelah diadakannya Rapat Kerja, kami tim media IMM Achilles juga mewawancarai Ketua Umum Demisioner periode 2018-2019 yaitu Immawan Moh. Salim tentang apa tanggapan beliau setelah dilaksanakannya rapat kerja ini juga bagaimana harapan untuk kepengurusan satu periode ke depan. Immawan Moh. Salim menyatakan bahwa "Saya merasa senang karena pengurus yang sudah dilantik telah melaksanakan Rapat kerja, sehingga terbukti adanya progress nyata dan follow-up setelah dilaksanakannya pelantikan. Pesan saya untuk kepengurusan komisariat Achilles ke depan, yang pasti harusnya bisa lebih baik dari periode sebelumnya, serta menerapkan prinsip kerja Kolektif Kolegial. Eratkan hubungan sesama pengurus, serta ditunggu untuk program program unggulan dari setiap bidang. Karena sekarang sudah waktunya keluar dari zona nyaman"

Dari keseluruhan rangkaian Rapat Kerja Komisariat IMM Achilles Periode 2019-2020,harapan kami seluruh pengurus Komisariat Achilles sudah memiliki gambaran yang jelas terkait apa yang ingin di lakukan untuk satu periode kepengurusan ke depan. Semoga program kerja yang telah disusun dan yang telah didiskusikan dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan Ridho dari Allah SWT.

IMM Jaya!!!

Sabtu, 09 Maret 2019

Seketika Purnama Terlupa

Suasana berganti
Diufuk timur telah menanti 
pancaran cahaya begitu berseri 
Gelap gulana indah terlupa.

Menyusur jalan sepanjang kenangan
Nenanti ombak tak kunjung datang 
Semilir dingin meresap diri 
Mencoba paham tak kunjung paham
Ditengah malam ku bertahan

Kau indah bagai sang surya
Kau bersinar tanpa harap bersama
Tiap² datang menjadi teman
Sebuah hari menjadi janji
Dihimpun dunia ku tak menyapa
Karena dusta engkau terlupa.


Karya: Alfiani

Kamis, 07 Maret 2019

Jawaban Dari Sebuah Pertanyaan


Dalam gelap ku merasa tenang
Dalam diam ku merasa nyaman
Dalam sepi ku merasa tentram

Untuk apa dalam perang 
Bila pikiran dan hati terasa gelap
Untuk apa berceloteh 
Bila kata jadi tak bermakna
Tak berguna rasanya dalam keramaian
Bila hati terasa senyap

Sampai akhirnya kutemukan jawaban
Dari sebuah pertanyaan

Dalam gelap ku bersimpuh 
Ku tengadahkan tangan ini dalam diamku 
Lalu terlintaslah dalam sepiku
Sebuah nama “ Ya Rabb “

Karya: Nurul Ainiyeh

Kamis, 28 Februari 2019

HUKUM SHOLAT JUM'AT BAGI LAKI-LAKI

Hukum Sholat Jumat Bagi Laki Laki dan Dalilnya

Hukum shalat jumat bagi laki – laki ialah wajib karena shalat jumat seperti halnya shalat lima waktu. Pernyataan ini didasarkan dari sebual dalil yang bisa kita lihat di Al Quran yang sudah disepakati oleh para ulama. Tercantum dalam Al Quran firman Allah Swt surat Al Jumu’ah ayat 9 dengan penjelasan sebagai berikut :

“Hai orang – orang yang beriman, apabila diserukan untuk menunaikan shalat jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (QS. Al-Jumu’ah : 9)


Pelaksanaan Shalat Jumat bagi Laki – Laki

Shalat jumat dikatakan sah apabila jamaahnya minimal 40 orang. Biasanya dilakukan di masjid yang sanggup menampung banyak jamaah. Hadits Rasulullah Saw yang membahas mengenai kewajiban sholat jumat juga menjelaskan bahwa :

“Jumatan adalah hak yang wajib atas setiap muslim dengan berjamaah, selain atas empat (golongan), yakni budah sahaya, wanita, anak kecil atau orang yang sakit.”(HR. Abu Daud)

”Shalat Jum’at itu adlh kewajiban bagi setiap muslim dg berjamaah kecuali atau tidak diwajibkan atas 4 orang yaitu budak, wanita, anak kecil dan orang yang sedang sakit.” (HR. ABu Daud)

Berikut syarat bagi laki – laki yang diwajibkan untuk melaksanakan shalat jumat ialah sebagai berikut bisa anda simak di bawah ini :

Seorang Muslim

Persyaratan pertama tentunya ialah seorang muslim. Bagi anda seorang muslim dan sudah memenuhi syarat melaksanakan shalat jumat hendaknya laksanakan perintah-Nya. karena sudah sepantasnya bagi seorang laki – laki untuk melaksanakannya.

Sudah Baliqh

Yang dimaksudkan sudah baliqh ialah sudah memasuki fase dimana ia pernah mengalami mimpi basah. Untuk anak laki – laki belum mepunyai kewajiban menjalankannya. Namun jika anak telah menginjak usia 7 tahun, sebaiknya anda sebagai orang tua mengajarkan anak anda untuk mulai mengenal dan belajar mengenai kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim.

Berakal

Bagaimana mau menjalankan sholat jumat jika orangnya saja tidak waras (gila). Orang yang tidak mempunyai akal baik ataupun sedang dalam kondisi kehilangan akal maka tidak diwajibkan melaksanakan sholat jumat. Untuk itu orang yang berakal baiklah yang diwajibkan melaksanakan shalat jumat.

Orang Yang Merdeka

Hamba sahaya yang belum merdeka tentunya tidak berkewajiban melaksanakan shalat jumat. Bagaimana mau melaksanakan sholat jumat, jika majikannya membutuhkan bantuan dan tenaganya untuk mengerjakan semua pekerjaan yang sudah disediakan. Dengan alas an itulah hamba sahaya tidak berkewajiban karena secara tidak langsung mereka tidak bisa leluasa.

Orang Yang Tinggalnya Sudah Tetap Atau Bukan Musafir

Poin yang satu ini diambil berdasarkan tindakan Rasulullah masa dulu yang sedang melakukan perjalanan (safar) dan beliau tidak menjalankan ibadah sholat jumat dalam proses safarnya tersebut. Kemudia Rasulullah Saw juga tidak menjalankan ibadah shalat jumat melainkan menjama’ dua shalat wajib yakni dzuhur dan azar pada saat sedang melakukan ibadah haji wada’ di wilayah padang Arafah.

“ Shalat jum’at tidak wajib bagi musafir.” (HR. Ad Daruquthni/ II no 4)

Orang Yang Tidak Ada Halangan (Uzur)

Jika seseorang tanpa disengaja berhalangan hadir karena suatu masalah yang tidak bias ditinggalkan, maka kewajibannya untuk melaksanakan shalat jumat secara otomatis akan gugur. Dan ia hanya berkewajiban melaksanakan shalat dzuhur saja.

“Hendaklah orang-orang yang sering meninggalkan shalat Jumat segera menghentikan kebiasaan mereka itu, atau Allah akan mengunci mati hati mereka sehingga mereka termasuk golongan orang-orang yang lemah.” (HR Muslim)

Orang Dalam Keadaan Sakit dan Tidak Mampu Melaksanakan Shalat Jumat

Seseorang yang sedang sakit dan tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat jumat karena penyakitnya tersebut maka tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat jumat melainkan hanya berkewajiban menjalankan shalat dzuhur.


Catatan bagi kaum laki – laki yang sudah memenuhi syarat di atas berarti ia diwajibkan untuk melaksanakan shalat jumat, namun jika ia meninggalkannya hukumnya diharamkan.

“Barang siapa yang meninggalkan shalat jumat 3 (tiga) kali tanpa sebab maka Allah akan mengunci mata hatinya.” (H.R.Malik)

“Barang siapa yang tidak mengerjakan shalat jumat tiga kali karena meremehkannya maka Allah akan mengunci mata hatinya.” (H.R.At Tirmidzi)

Hari jumat merupakan salah satu hari yang bertepatan dengan nabi Adam diturunkan ke bumi. Kemudian sesuai dengan pernyataan nabi Muhammad Saw di dalam haditsnya bahwa hari kiamat nantinya juga akan terjadi tepat di hari jumat. Berikut ini adalah sabda Rasulullah Saw :

“Sesungguhnya diantara kalian yang paling utama adalah hari jumat. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu pula Adam diwafatkan, di hari itu tiupan sangkakala pertama dilaksanakan, di hari itu pula tiupan kedua dilaksanakan.” (HR. Abu Daud, An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

Pada hari jumat dari Abu Hurairah berdasarkan sabda Rasulullah Saw mengenai perintah untuk memperbanyak melakukan dan mengamalkan salawat nabi, berikut ini terdapat hadits yang berhubungan dengan sabda Rasulullah Saw tersebut :

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap jumat. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku setiap jumat. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi)


Dalil Hadits tentang Shalat Jumat bagi Laki-laki

Selain itu laki – laki pada hari jumat dianjurkan untuk mengikuti adab – adab yang sudah diajarkan oleh Rasulullah Saw, karena hal tersebut merupakan perbuatan yang perlu kita jadikan contoh dan suri tauladan yang baik. Berikut ini terdapat beberapa hadits yang berkaitan dengan hal tersebut :

“ Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari jum’at, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya . setelah itu memakai wangi-wangian dari rumahnya. Kemudian keluar (menuju masjid), tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sunnah semampunya. Lantas diam ketika imam berkhutbah,melainkan diampuni dosanya antara jum’at itu dan jum’at lainnya.” [HR. Bukhari (II/883)]

“ Barangsiapa mandi, kemudian datang ke Masjid untuk shalat jum’at, lalu shalat sunnah (semampunya). Setelah itu diam  mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat berjama’ah, maka diampuni dosanya ketika itu hingga jum’at yang akan datang , dan di lebihkan tiga hari.” [ HR. Muslim (II/857)]

“ Jika salah seorang di antara kalian telah melaksanakan shalat jum’at, maka hendaklah shalat empat raka’at sesudahnya.” [HR. Muslim (II/882)]

“ Jika pada hari jum’at, saat khatib sedang berkhutbah engkau berkata kepada temanmu “ diam”, maka engkau telah melakukan perbuatan yang sia-sia.” (HR. Ibnu Majah /911)

“ Sesungguhnya panjangnya shalat dan singkatnya khutbah seorang menunjukan kefaqihannya (kefahamannya). Maka panjangkanlah shalat dan persingkatlah khutbah. Sesungguhnya kata-kata yang indah ibarat sihir.” [HR. Muslim (II/869)]

“Aku pernah shalat bersama Nabi selama beberapa kali. Shalat dan khutbah Beliau seimbang.” [HR. Muslim (II/886)]

“ Jika Rasulullah berkhutbah , kedua mata Beliau memerah, suaranya meninggi dan semangatnya berkobar. Seolah-olah Beliau memperingatkan pasukan sambil berkata, “ Musuh kalian akan datang pagi dan petang.” [HR.Muslim (II/866)]

Selanjutnya hadir pada waktu yang lebih awal termasuk dalam perilaku yang dianjurkan untuk diutamakan bagi kaum laki – laki ketika akan melaksanakan ibadah sahalat jumat. Pernyataan tersebut berdasarkan perkataan Abu Hurairah yang diambil dari sabda Rasulullah Saw sebagai berikut :

“Pada hari jumat di setiap pintu masjid ada beberapa malaikat yang mencatat satu persatu orang yang hadir shalat jumat sesuai dengan kualitas kedudukannya. Apabila imam datang atau telah naik mimbar, maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu mereka bersiap – siap mendengarkan khotbah shalat jumat. Orang yang datang lebih awal diumpamakan seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti seperti yang berqurban sapi dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing. Yang datang selanjutnya seperti orang yang bersedekah seekor ayam dan berikutnya yang terakhir seperti orang yang bersedekah dengan sebutir telur.” (HR. Bukhori)